Pelestarian bahan perpustakaan menjadi urgensi strategis bagi pelayanan publik karena koleksi fisik dan digital merupakan sumber pengetahuan yang mendukung kebijakan, penelitian, dan layanan masyarakat. Kerusakan fisik, degradasi arsip, serta ancaman kehilangan data digital menghambat akses informasi yang cepat dan akurat; pelatihan pelestarian meningkatkan kapasitas tenaga perpustakaan untuk merawat, mendigitalkan, dan mengelola metadata sehingga informasi publik tetap tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di era transformasi digital dan keterbukaan data, kemampuan pelestarian mendukung keberlanjutan layanan publik, transparansi, dan respons cepat terhadap kebutuhan warga. Investasi pada pelatihan praktis—termasuk teknik konservasi dasar, praktik pengelolaan koleksi digital, dan keamanan data—memperkuat kapasitas institusi untuk menjaga warisan informasi, memperpanjang umur koleksi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada publik secara berkelanjutan
Pelatihan Mediator dan Konsiliator yang diselenggarakan BPSDM Provinsi Jawa Timur pada bulan Mei 2026 bertujuan membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kompetensi penyelesaian konflik secara damai dan konstruktif.
Tujuan spesifik pelatihan mencakup peningkatan kemampuan ASN dalam menerapkan teknik mediasi dan konsiliasi untuk mengelola konflik kerja, baik antar individu, tim, maupun lintas unit kerja. Melalui blended learning (2 hari LMS daring + 3 hari in-class di BPSDM Kawi Malang), peserta akan menguasai 5 tahap mediasi (pendekatan, inventarisasi, agenda, negosiasi, kesepakatan), keterampilan active listening, serta strategi pencegahan konflik berbasis budaya organisasi Jawa Timur. Target output: 90% peserta lulus sertifikasi dan mampu menangani 80% kasus konflik secara internal tanpa eskalasi ke ranah formal.
Pelatihan ini juga mendukung optimalisasi kinerja ASN melalui pengurangan waktu dan biaya penyelesaian sengketa, sekaligus membangun trust antar pegawai yang esensial untuk kolaborasi lintas instansi dalam program strategis Jatim seperti Jatim Juara Lah. Dengan 150 ASN terlatih sebagai mediator-konsiliator, BPSDM Jatim menargetkan penurunan 40% kasus konflik kerja dan peningkatan Indeks Kepuasan Kerja ASN sebesar 15% pada akhir 2026, sekaligus mencetak kader pembina harmonis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.